SITEMAP PRIVACY POLICY TENTANG KAMI DISCLAIMER

Teungku H. Abdussalam Meuraxa

Dalam tulisan ini, web Muntadhar Menulis mengajak pembaca mengenal Teungku (Tgk.) H. Abdussalam Meuraxa salah satu ulama di Abad 19. Tgk. H. Abdussalam Meuraxa berasal dari Meuraxa Kuta Raja, saat-saat kecil beliau menghabiskan dengan belajar agama Islam dari orang tuanya. Merasa belajar agama Islam dari orang tuanya belum cukup, beliau menuntut ilmu di beberapa dayah diantaranya Dayah Lambirah dan Dayah Jeureula. Di dayah tersebut beliau menguasai dasar-dasar ilmu bahasa Arab dan terus mempelajari sendiri kitab-kitab dan majalah-majalah dari Mesir secara otodidak.

sebagai ilustrasi

Hasil belajar ini, ia menjadi ulama besar dengan pengetahuan luas, selain cerdas, tegas dan berjiwa besar serta tidak mudah terpengaruh oleh aliran-aliran/paham-paham yang tidak bertanggung jawab. Selain sebagai ulama, Tgk. H. Abdussalam Meuraxa melakukan aktivitas berniaga. Dalam usahanya tersebut ia terus menambah wawasan agama sambil berdagang, karena dengan kegiatan berdagangnya menambah hubungan dengan kolega-kolega dari satu tempat ke tempat lain. Usaha perdagangan dia antara lain usaha dagang tekstil, kitab-kitab (buku-buku) dari Mesir dan Pulau Jawa. Ia dikenal orang yang jujur dan sukses dalam berdagang serta cinta ilmu, dari kitab-kitab yang didatangkan dari luar Aceh ini sambil berjualan (dagang) kitab, ia membaca untuk memperdalam ilmu agamanya. Setelah dewasa Tgk. H. Abdussalam Meuraxa bersama dengan teman-temannya memperdalam ilmu agamanya lagi di Dayah Tuanku Raja Keumala di Keudah Banda Aceh.

Kiprah dan Karya Tulis

Sebagai ulama Tgk. H. Abdussalam Meuraxa juga banyak menghasilkan karya tulis. Kebiasaan menulis beliau dilakukan semenjak masih muda hingga akhir hayatnya. Diantara hasil karya tulis beliau, ada yang ditulis sendiri dan ada yang editing beberapa kitab. Kitab yang pernah ditulis dan di edit tersebut antara lain:

Cermin Perbandingan Kristen dan Islam, Cermin Perbandingan Kesalahan Vridenkers, Tashilussalik Alfiah Ibnu Malik (Terjemahan), Irsyadul Awam pada Menyatakan Firqah-Firqah Islam, Tariqatussalaf (dalam bahasa Arab), Minhajuth Thalibin (Terjemahan karangan Imam Nawawi atas Mazhab Syafi’i) sebanyak tiga jilid dan I’anatuth Thalibin.

Kiprah Tgk. H. Abdussalam Meuraxa semasa hayat tidak hanya terbatas sebagai anggota masyarakat, tetapi juga dikenal sebagai ulama dengan berbagai kegiatan dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan keulamaan. Ia merupakan salah seorang ulama yang mengkoreksi gerakan DI/TII Aceh. Ia dikenal juga sebagai konsultan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Selain itu, ia juga memangku jabatan sebagai Ketua Pertama Muhammadiyah cabang Kutaraja periode 1928-1932, anggota Mahkamah Islam Tinggi di Aceh pada zaman Jepang (Maibkarta), Penasihat Atjeh Studie Fond, dan anggota DPRD pertama Aceh.

Tgk. H. Abdussalam Meuraxa meninggal dunia tanggal 17 Juni 1955 atau bertepatan dengan 27 Syawwal 1374 H pada usia 66 Tahun akibat serangan jantung mendadak dirumah kawasan Blang Oi Kecamatan Meuraksa Banda Aceh. Ia meninggalkan seorang isteri Teungku  Hj. Sakdiah Binti Teungku H. Djakfar Shiddiq Lamjabat serta 3 orang putri dan 4 orang putra.

Sekian dan Terima Kasih

Baca juga:  Tokoh Aceh: Prof. Dr. H. Ismuha, SH

Referensi: 
Buku Biografi Ulama-Ulama Aceh Abad XX Jilid I, Pengarang, Shabri A, dkk, Banda Aceh: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Banda Aceh 2003, hal. 29-31.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POSTING TERKAIT

Sang Pembaharu: Teungku Abdurrahman Meunasah Meucap

Assalamu'alaikum Pembaca....!!! Kali ini Web MUNTADHAR MENULIS mengajak pembaca mengenal seorang sosok tokoh yang Sangat berjasa bagi Rakyat Aceh khususnya…

Tokoh Aceh: Prof. Dr. H. Ismuha, SH

Silsilah Keluarga dan Latar Belakang Pendidikan. Ismuha lahir di Gampong (Desa) Pantee Piyeue Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen (sekitar 2 km…