SITEMAP PRIVACY POLICY TENTANG KAMI DISCLAIMER

Hari Pahlawan di MIN 5 Bireuen

Suatu momentum berharga/bermakna setiap tanggal 10 November bagi masyarakat di seantero Indonesia. Tanggal ini hari bersejarah bagi rakyat sebagai hari pahlawan yang patut dikenang generasi bangsa Indonesia, berkat kegigihan pejuang dalam mengusir penjajah di bumi persada Indonesia. Perjuangan mereka begitu lama kurang lebih 350 tahun (penjajah belanda) dan 3.5 tahun mengusir penjajahan nippon (jepang).  Harta, nyawa melayang demi tegaknya agama dan negara kesatuan Indonesia.

Menurut wikipedia.org Hari Pahlawan adalah hari nasional yang bukan hari libur yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia, dan diperingati pada tanggal 10 November setiap tahunnya di Indonesia. Hari ini untuk memperingati Pertempuran Surabaya yang terjadi pada tahun 1945, di mana para tentara dan milisi indonesia yang pro-kemerdekaan berperang melawan tentara Britania Raya dan Belanda yang merupakan bagian dari Revolusi Nasional Indonesia. Hari nasional ini ditetapkan melalui Keppres No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959.

Memperingati hari Pahlawan di madrasah-madrasah setiap tanggal 10 November diharapkan pada siswa tertanam nilai-nilai kebangsaan, nilai kebersamaan dan nilai menghargai. Mengenal jasa para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan dari tangan penjajah bukan hal harga murah dan mudah.

Di MIN 5 Bireuen tiap tahunnya memperingati hari pahlawan dan hari-hari bersejarah lainnya. Tujuannya agar anak didik mengetahui cara menghargai dan mengambil hikmah/pelajaran dari upacara yang dilaksanakan salah satunya hari Pahlawan.

Isi nasihat disampaikan pembina upacara; cara menghargai jasa para diantaranya belajar sungguh-sungguh sebagai bekal membangun bangsa yang lebih bermartabat, memperbaiki akhlaq yang lebih baik dan menghindari / menjauhkan diri dari narkoba sehingga generasi Indonesia nantinya lebih sehat jasmani dan rohani, lebih beradab dan dihargai/disegani oleh bangsa lain.

Belajar kunci kesuksesan dalam membangun bangsa kelak, anak-anak kita menjadi the next generation bamgsa dan ditangannyalah tongkat komando bangsa ini. Anak-anak yang pandai dan sehat akan menjadikan negara dan bangsa yang sehat dan pandai juga. Tugas utama mendidik bukan hanya guru saja, namun semua unsur mulai dari orang tua, masyarakat dan negara. Semua pihak sinergi dalam menjalankan tugas dan perannya tentu cita-cita yang didamba akan tercapai.

Baca juga:  Tokoh Aceh: Prof. Dr. H. Ismuha, SH

Dengan menghargai dan menjalankan cita-cita para pahlawan agar bangsa ini maju, mari kita perbaiki dan instropeksi diri apa saja yang telah kita lalukan, sudahkah bermanfaat untuk bangsa ini? Hanya pribadi kitalah yang bisa menjawab tanpa unsur/sifat eforia belaka.

Wassalam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POSTING TERKAIT

Manusia: Menjalani hidup dengan bersyukur

Manusia merupakan ciptaan Sang Pencipta yang sempurna dibumi ini. Seluk beluk dan roda kehidupan manusia, Sang Pencipta sudah merekam jejak…

Amal Jariyah

Amal Jariyah merupakan sebuah amalan yang terus mengalir pahalanya walaupun orang yang melakukan amalan tersebut sudah meninggal dunia. Secara Lughawi,…