SITEMAP PRIVACY POLICY TENTANG KAMI DISCLAIMER

Mendambakan Irigasi

Sekian puluh tahun yang didambakan belum terwujud, angan-angan sampai sekarang masih dalam impian seluruh masyarakat. Oh…. Dikau Irigasi Seuke Pulot dambaan 4 kecamatan; kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Makmur, Gandapura dan sebagian besar Kecamatan Kutablang Kabupaten Bireun. Seingat kami (selaku putra daerah) Program pembangunan irigasi ini sudah sejak awal tahun 1980-an, ada beberapa kali tim yang datang untuk melakukan survey yang katanya “akan segera dibangun.”

sebagai ilustrasi

Dalam “sejarah” perencanaan ini, diawal tahun 1990-an suatu waktu datanglah alat-alat berat seumpama buldozer,  excavator dan lainnya ke lokasi bendungan bakal penampungan air irigasi. Isu berembus waktu itu katanya juga sudah mulai dikerjakan pembangunan irigasi dan betapa senang masyarakat sekitar. Namun lain dari harapan, selepas pemilihan umum (pemilu) semua alat berat ditarik semua dari lokasi. Dan waktu itu kebetulan kami menjadi pemilih pemula dalam pesta demokrasi mencoba menguping dari “bisik-bisik tetangga”  yang (masih katanya) itu hanya sebuah tips and trik memenangkan suatu “kelompok”, karena “kelompok” tersebut tidak pernah menang dalam setiap kali diadakannya pesta demokrasi.

Perencanaan irigasi dari Kabupaten Bireun masih bergabung dengan kabupaten Aceh Utara belum terealisasi, dan setelah Bireuen menjadi kabupaten sendiri masyarakat masih menggantungkan harapan adanya irigasi. Beberapa penguasa Bireuen silih berganti, namun kali ini kami masyarakat sangat berharap dan optimis dengan janji-janji Bupati baru yang merupakan putra kecamatan Peusangan Siblah Krueng. Dalam tahun ini Bapak Bupati telah menjenguk lokasi Irigasi, yang katanya harus selesai Tahun 2020:

“Hari ini bangunan fisik bendungan irigasi Mon Seuke Pulot sudah 30 persen, sudah lama tidak siap karena dana dikasih kecil-kecil. Tahun depan tidak boleh lagi, minimal Rp 20-25 miliar atau diselesaikan dengan multiyears. Tahun 2020 bisa dimanfaatkan masyarakat,” [Sumber harianrakyataceh.com]

sebagai ilustrasi

Menurut berita tersebut, Irigasi ini panjang jaringannya lebih kurang 13,6 Km dan luas sawah 26 ribu hektare yang dialiri.  Setidaknya sebagaimana ucapan bapak Bupati bahwa dengan adanya irigasi dapat mendukung tercapainya swasembada pangan tidak bergantung lagi ke daerah luar, ekonomi masyarakat dapat berkembang. Perjuangan tokoh-tokoh masyarakat tiada henti, dan banyak juga para tokoh-tokoh dalam memperjuangkan irigasi ini sudah ada yang dipanggil oleh ilahi rabbi (alias sudah almarhum). Tapi demi perjuangan kesejahteraan masyarakat, maka hilang satu tumbuh seribu dalam perjuangan akan tetap ada. Perjuangan harus terealisasi agar tidak sia-sia, terlebih dengan anggaran yang telah dikeluarkan oleh negara cukup banyak. Sebagaimana yang dilansir oleh aceh.tribunnews.com bahwa anggaran seuke pulot yang telah dikeluarkan adalah:

Tahun 2009 sebesar Rp 1,9 miliar, sebagai ilustrasiTahun 2010 senilai Rp 2,5 miliar, Tahun 2011 sebanyak Rp 3,5 miliar, Tahun 2012 jumlahnya Rp 3,5 miliar, Tahun 2013 dianggarkan Rp 3,5 miliar, Tahun 2014 akan dikucurkan Rp 1 miliar.

Walaupun ada berita-berita menyimpang terhadap pelaksanaan irigasi ini (Baca: KabarBireuen.com dan Harian goaceh.co, sebagai masyarakat sekali lagi kami hanya bisa berharap kepedulian pemerintah kepada petani-petani yang selama ini bergantung pada sistem tadah hujan.  Sebagaimana curahan hati masyarakat dalam sebuah berita yang diwakili oleh Imum mukimnya Tgk. Sulaiman Abdullah: “Anda lihat sendiri betapa merananya petani di Awe Geutah, Teupin Raya, Rambong Payong dan belasan desa lainnya di Peusangan Siblah Krueng kering total, tanaman padi sudah memerah, sebagian dipotong untuk pakan ternak,”[Klik Link]

Baca juga:  Manusia: Menjalani hidup dengan bersyukur

sebagai ilustrasi

Semoga Irigasi dambaan dan dicita-citakan masyarakat mulai tahun 1980-an akan tercapai hendaknya. sebagai gambar Sepertinya kami masyarakat harus bersabar sesabar-sabarnya, yang penting tiap tahun ada dianggarkan dalam anggaran negara (anggaran tahun 2018 ini) pasti lambat laun akan selesai jua. Entah kapan akan siap, kami akan terus berdoa berserah diri pada Allah SWT agar usaha kami dimudahkan dalam segala urusan dan semoga dikabul  oleh-Nya.

رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

Ya Allah, berikanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini.

Sekian Tulisan singkat ini, maaf jika ada kesalahan. Wassalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POSTING TERKAIT

Aceh United: Jika dari dulu….

Suatu kesan di jumat sore menyaksikan pertandingan Liga 2 Indonesia antara Aceh United Vs Persita Tanggerang. Laga yang sempat diselimuti…

Prosesi Qurban di Lueng Daneun

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Apakabar para pembaca, hari ini tanggal 22 Agustus 2018 bertepatan hari Raya Idhu Adha 10…