Dasar-Dasar Penilaian Pendidikan

A. Kompetisi Guru dan Penilaian Pendidikan

Jabatan guru termasuk salah satu jenis pekerjaan profesional, bukan pekerjaan tekhnis. Hal ini telah mendapat pengakuan dari Pemerintah dan masyarakat. Pengakuan pemerintah antara lain diimplementasikan pada pembayaran tunjangan profesional guru, walaupun pembayaran itu belum mencapai standar yang diharapkan. Hal ini terkait dengan keterbatasan anggaran yang dapat direalisasikan.

Guru sebagai pekerja profesional, setidaknya menguasai 4 kompetensi yakni:

  1. Menguasai substansi, yakni materi dan kompetensi berkaitan dengan mata pelajaran yang dibinanya, sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
  2. Menguasai metodologi mengajar, yaitu metodik khusus untuk mata pelajaran yang dibinanya.
  3. Menguasai teknik evaluasi yang baik.
  4. Memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai moral dan kode etik profesional.

Dari empat kompetensi di atas, guru diwajibkan menguasai dalam mencapai keberhasilan dalam mengajar. Guru harus menguasai substansi materi dan kompetensi mata pelajaran sebagai bekal mengajar dan mendidik dengan tepat dan akurat. Sebaliknya guru tidak menguasai substansi dari materi akan sukar dan otomatis tidak berhasil dalam pembelajaran. Sebagai contoh dalam banyak kasus materi belajar berenang, apabila guru tidak menguasai teknik berenang, dengan sendirinya para murid tidak dapat berenang secara baik sesuai petunjuk berenang secara baik.

B.  Pengertian Penilaian Pendidikan

Penilaian merupakan salah satu proses penting dalam proses pendidikan, khususnya dalam proses belajar mengajar (PBM). Hakikat penilaian dalam pendidikan adalah proses yang sistemik dan sistematik, mengumpulkan data dan/atau informasi, menganalisis, dan selanjutnya menarik kesimpulan tentang tingkat pencapaian hasil dan tingkat efektivitas serta efesiensi suatu program pendidikan. Dalam pendidikan, apabila penilaian itu dilakukan oleh guru atau sekolah disebut penilaian internal. Sebaliknya apabila penilaian dilakukan oleh pihak luar disebut penilaian eksternal.

Hasil suatu penilaian bermanfaat bagi upaya memodifikasi dan melakukan perbaikan-perbaikan terhadap program. Dengan kata lain, hasil penilaian ini bermanfaat sebagai dasar dalam melakukan perbaikan-perbaikan terhadap proses pembelajaran. Penilaian terhadap hasil berkaitan dengan tingkat pencapaian hasil akhir dari suatu program/subprogram. Sebagian pakar menyebut penilaian jenis ini dengan penilaian summatif.

C. Pelaksanaan Penilaian

Data dan informasi ini dapat diperoleh dengan dua cara, yakni test dan non-test. Tes adalah seperangkat tugas yang diberikan untuk dikerjakan oleh peserta untuk mengukur tingkat kemampuan peserta dalam menyelesaikan soal atau masalah yang disajikan dalam tesnya. Dalam dunia pendidikan, dilihat dari segi bentuknya tes terdiri dari:

  1. Tes Tulis (Pilihan ganda, uraian,  menjodohkan, jawaban singkat, mengisi dan salah benar).
  2. Tes Lisan
  3. Tes Praktek.

Non tes adalah upaya untuk memperoleh data dan/atau informasi bukan tes, melainkan dengan cara-cara:

Observasi (biasanya dengan menggunakan alat berupa daftar ceklist dan skala penilaian. Angket/Kuesioner (termasuk berbagai skala sikap), dan Dokumentasi.

Pengumpulan data dan informasi ini harus dilakukan dengan baik dan cermat, serta harus menggunakan instrumen yang valid dan reliable. Instrumen yang valid adalah instrumen yang benar-benar mengukur sesuatu yang sesungguhnya ingin diukur dengan baik. Sedangkan reliable adalah tinglat konsistensi skor atau keajengan yang dihasilkan oleh suatu perangkat tes. Konsistensi ini dapat dilihat dari segi indeks korelasu antara skor siswa dalam dua tes yang setara, atau indeks korelasi antara skor tes-retest.

D. Hasil Penilaian Yang Baik

Hasil penilaian yang baik adalah hasil penilaian yang diperoleh dari pelaksanaan penilaian yang baik cermat, serta dengan menggunakan alat pengumpulan data yang valid dan reliable. Selain dari itu, hasil penilaian yang baik adalah hasil penilaian yang objektif, rasional dan dapat diterima.

Baca juga:  Belajar dan Terus Berkarya

Hasil penilaian yang objektif maksudnya hasil penilaian yang didasarkan semata-mata pada data yang diperoleh dan diolah secara cermat, tidak dipengaruhi oleh pertimbangan subjektivitas penilai. Hasil evaluasi yang cermat, objektif, dan rasional pada umumnya dapat diterima, terutama oleh objek yang dinilai dan masyarakat pengguna lainnya.

Demikian semoga bermanfaat. 

2 thoughts on “Dasar-Dasar Penilaian Pendidikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *