6 total views, 1 views today

Seiring dengan perkembangan zaman, sering kali kita tidak mengindahkan dari sekian banyak tradisi dan etiket yang diajarkan kepada kita berdasarkan pada kepercayaan dan budaya kita; di mana setiap Muslim yang aturan tersendiri yakni moralitas yang telah diskenariokan sejak tempo doeloe, ada juga orang lain yang cenderung melupakan yang telah ada dan lebih memilih keadaan sejalan dengan zaman saat ini. Dari banyak pendapat dan teori yang berdasarkan pada apa yang seharusnya dan tidak seharusnya dilakukan oleh orang percaya bahwa Tuhan Maha Esa itu lebih baik, apakah itu ekstrem atau sebaliknya, banyak dari kita yang seringkali menjalankan paham radikal (menyimpang dari ajaran), atau memahaminya tanpa melihat berbagai referensi yang telah diajari kepada kita sebagai orang berkata/berbuat benar, seperti Lima Pilar (rukun) Islam, merupakan prinsip-prinsip yang paling harmonis:

Syahadat (الشهادة)
Asal kata dari bahasa Arab: syahida (شهد), Statusnya sangat menentukan kedudukan kepercayaan/keimanan dan/atau keyakinan seseorang, menyatakan dengan menyerahkan diri kita dengan mengucapkan/menyatakan diri “Tidak ada Tuhan melainkan Allah (SWT) dan bahwa Muhammad (SAW) itu adalah rasul-Nya”. Keputusan ini menegaskan persetujuan kita terhadap Islami dan semua yang disyari’atkan. Bagi mereka yang ingin kembali ke Agama, bukti ini harus diproklamirkan di hadapan dua saksi sebagai kewajiban. Syahadah juga mengukuhkan konsep Al-Qur’an sebagai konseling dalam pemulihan keimanan manusia.

Baca Juga:  Teungku Syekh Peusangan

Shalat
Dalam Islam sebagai modal seorang yang beragama. Merupakan kewajiban utama bagi setiap Muslim untuk menyelesaikan setiap hari dalam lima waktu. Shalat harus dilakukan dengan menghadap kiblat (menuju Tempat Ka’bah) di Mekkah. Shalat fardhu yaitu Shalat subuh, Shalat Dhuhur, Shalat Asar, Shalat Maghrib dan Shalat Isya.
Bersamaan dengan raka’at yang diperlukan untuk shalat fardhu, ada juga shalat diluar fardhu seperti shalat fardhu kifayah dan shalat sunnah untuk menambah Iman dan Taqwa pada-Nya, seperti Shalat yang dilakukan selama bulan Ramadhan (Tarawih), yang dilakukan untuk orang yang meninggal (Shalat Janazah), yang dilakukan pada perayaan Idul Fitri (Shalat Eid) dan seterusnya.

Zakat
Istilah zakat (zakat ul fitr) atau zakat untuk berurusan dengan amal, khususnya penjatahan kekayaan yang menguntungkan seseorang untuk kebaikan mereka yang diperlukan. Kekayaan kita di bumi ini bersifat sementara dan bukan milik kita; Harta yang diberikan kepada kita, harta kita sedang dicoba untuk apa yang kita pergunakan dengan kekayaan itu. Jika Allah SWT mau, Dia bisa mencintai kekayaan yang diakui atas setiap makhluk hidup, tetapi ada banyak hal yang lebih baik daripada kita dan ada sebagian hidup dengan kemiskinan (tanpa kekayaan), ini semua adalah cobaan kita; Apakah kita mau membagi kekayaan kita di jalan Allah SWT atau apakah kita menjadi lebih rakus dengan apa yang bukan milik kita selama-lamanya.

Baca Juga:  Kedudukan, Fungsi dan Aliran-Aliran Ilmu Perbandingan Agama

Masih ada bentuk-bentuk polemonium sebagai sumber konfigurasi wajib ini, sebanyak sadaqah (kebajikan tanpa paksaan). Ada juga jarak yang sangat jauh untuk mendapatkan persetujuan seseorang dari memberi untuk amal dan untuk memenuhi mempertahankan instruksi itu dengan cara sedekah jariyah. Contoh-contoh amal yang layak saat ini adalah memberi kepada sebagian sumber kekayaan atau membantu orang tua, karena imbalan untuk tindakan ini konstan.
Bentuk lain dari berbagi yang dikonsumsi Muslim adalah pemberian Qurban. Tindakan Qurban adalah mengundurkan diri secara sensual dalam panggilan Tuhan SWT untuk mengabadikan kesetiaan dan sebagaimana cinta Nabi Ibrahim kepada Allah SWT.

Puasa
Muslim melakukan puasa ada dua bentuk; Puasa Wajib (Ramadhan) dan Puasa Sunnah (Pada di hari tertentu pada bulan tertentu/Bukan Bulanan). Puasa adalah untuk menahan diri dari dari hal-hal (konten) yang membatalkannya dari matahari terbit sampai tenggelamnya matahari, tetapi menahan diri ini bukan hanya makan minum, namun juga berhenti dari menambahkan dosa atau mencolok seperti menggerutu, berbohong, niat buruk, agresi, pembawa berita palsu (fitnah), nafsu negatif, ria/sombong, avaritia, dendam dan hal-hal yang berdosa lainnya. Jadi niatnya tidak hanya untuk jasmani tetapi untuk semua indra (rohani) untuk tetap dalam kondisi niat dan jiwa raga memperkuat keyakinan dan mendapat reward dari Allah. Perbuatan ini (puasa) juga mengajarkan kita untuk bersyukur atas apa yang kita dapatkan dan menyadari kita bahwa kesetaraan sesama manusia akan didapati lebih banyak di bulan Ramadhan dan bulan ini bisa disebut bulan penuh berkah. Setelah bulan ramadhan kita akan dapati hari kemenangan dengan memperingatinya dan sudah menjadi tradisi yang terkait dengan perayaan Idul Fitri (hari kemenangan).

Baca Juga:  Kadangkala Dunia Virtual Bermanfaat bagi Anak

Haji
Intinya pelaksanaan haji dilaksanakan sesuai dengan rukun dan syarat-syaratnya. Terjadinya haji terjadi setiap tahun sekali dalam satu Kalender, dalam bulan kalender Islam dikenal dengan “Dhu-al-Hijjah”, dan merupakan kewajiban wajib bagi Muslim yang sehat (dan secara fisik/financial) untuk memenuhi panggilan Ilahi menuju Makkah al mukarramah.
Fase haji diikuti oleh perayaan Idul Adha, tetapi hari raya ini banyak sejarahnya dimana pengorbanan Nabi Ibrahim dan keluarganya dimasa lalu sebagai wujud ketaatan beliau dan penghormatannya kepada  Allah Ta’ala. Ini dirayakan sebagai yang lebih besar dari Idul Fitri dan merupakan hari raya ini dilakukan pengorbanan atau kata lain hari raya Qurban.

Kegiatan Qurban merupakan suatu “kegiatan yang sudah terbungkus” dalam pelaksanaan Ibadah Haji di Makkah, dan bagi yang tidak melaksanakan Ibadah haji di makkah juga bisa melaksanakan (bila mampu) di Masjid-masjid di kampung sendiri dengan mengorbankan minimal 1 ekor kibas (kambing) dan mendistribusikan daging secara sendiri atau petugas untuk diri sendiri, keluarga/teman dan mereka yang kurang mampu (fakir miskin). Tindakan ini dengan sendirinya menunjukkan sikap tidak mementingkan diri sendiri dan menjaga perasaan/nilai-nilai solidaritas antar sesama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *