Kerkhof - Makam belanda di Aceh

Sekilas Perang Aceh

Banda Aceh – Sampai abad 19 Aceh merupakan daerah yang berdaulat dan dihormati oleh dua imperialis di Indonesia dan sekitarnya yaitu Inggris dan Belanda. Berdasarkan Traktat/perjanjian London 1824 maka Aceh dijadikan daerah penyangga (Bufferstate) antara kekuasaan Inggris di Malaka dengan Bengkulu yang diserahkan Inggris kepada Belanda. Keadaan tersebut tidak dapat bertahan lama karena adanya kepentingan …

29 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Teungku H. Abdussalam Meuraxa

Dalam tulisan ini, web Muntadhar Menulis mengajak pembaca mengenal Teungku (Tgk.) H. Abdussalam Meuraxa salah satu ulama di Abad 19. Tgk. H. Abdussalam Meuraxa berasal dari Meuraxa Kuta Raja, saat-saat kecil beliau menghabiskan dengan belajar agama Islam dari orang tuanya. Merasa belajar agama Islam dari orang tuanya belum cukup, beliau menuntut ilmu di beberapa dayah diantaranya …

41 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Tokoh Aceh: Prof. Dr. H. Ismuha, SH

Silsilah Keluarga dan Latar Belakang Pendidikan. Ismuha lahir di Gampong (Desa) Pantee Piyeue Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen (sekitar 2 km dari kota Matangglumpang Dua) pada tanggal 20 Desember 1923 (12 Jumadil Awwal 1342 H). Nama asli beliau Ismail anak dari Tgk. Muhammad Syah dan Cut Afifah, seperti kebiasaan orang Aceh dibelakang namanya selalu dicantumkan nama …

65 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Teungku Syekh Peusangan

Silsilah Keluarga dan Latar Belakang Pendidikan Dalam suasana perang menghadapi Belanda, seorang wanita bernama Cut Pudoe tahun 1892 melahirkan seorang bayi di Gampong Lueng Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen. Bayi yang baru lahir diberi nama HAMZAH. Ayah bayi tersebut salah seorang Panglima Sagoë yang bergelar Teungku Panglima Bëude (gelar tersebut disandang karena beliau aktif di medan …

132 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini